History

Pdt DR Ir Niko Njotorahardjo lahir di Bondowoso, Jawa Timur – Indonesia pada tanggal 20 Februari 1949 dan menyelesaikan pendidikan sekulernya sebagai Insinyur Pertanian pada tahun 1976. Pelayanan beliau dimulai pada tahun 1985, sebagai seorang yang dipanggil dan ditetapkan khusus oleh Tuhan, di bidang Restorasi Pujian Penyembahan.

Sebagai orang pertama yang dipakai Tuhan sepenuh waktu dalam bidang Pujian Penyembahan di Indonesia, pada era 1980-an dan awal tahun 1990 rekaman lagu-lagu rohani beliau menjadi sebuah fenomena. Tema-tema Restorasi Pondok Daud mengubah dan merestorasi banyak gereja. Lagu-lagu yang beliau ciptakan bertema mengenai Kasih, Keintiman, Pengharapan dan Kuasa dalam Hadirat Tuhan melalui Pujian Penyembahan.

Kemudian pada tanggal 4 September 1988, Tuhan menempatkan beliau untuk melayani sebagai seorang Gembala di lingkungan Gereja Bethel Indonesia, berlokasi di Gedung Serbaguna – Wisma Karsa Pemuda, Senayan, Jakarta. Jemaat mula-mula berjumlah sekitar 400 orang.

Sejak itu gereja di bawah penggembalaan beliau, diberikan anugerah Tuhan untuk terus berkembang tanpa batas sesuai visi Yesaya 54:2-3. Sampai saat ini ada sekitar 800 cabang gereja yang tersebar di Indonesia, Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan, China, Belanda, Jerman, Australia, Canada, Thailand, dan Amerika. Jumlah jemaat yang dipercayakan Tuhan untuk dibina melalui Gembala-gembala Rayon dan tim penggembalaan yang tersebar di dalam dan di luar negeri mencapai kurang lebih 200.000 orang (dewasa dan anak-anak).

Dalam menggembalakan, membina serta memimpin Pdt DR Ir Niko dibantu oleh 4 (empat) orang Wakil Gembala Sidang/Pembina, yakni: Pdt Dr Danny Tumiwa, SH, Pdt Paul R Widjaja, Pdt Ir Djohan Handojo, dan Pdt Ir Arwijanto Tjokro. Mereka masing-masing mendukung pelayanan beliau pada bidang-bidang Lima Jawatan serta 8 (delapan) Divisi Pelayanan yang terbagi menjadi 16 (enam belas) Sub Divisi Pelayanan.

Peranan beliau yang signifikan di dalam tubuh Kristus di Indonesia dan bangsa-bangsa, mengantar beliau sebagai seorang Tokoh Transformasi melalui Doa, Pujian dan Penyembahan serta Pelayanan Holistik. Pada tahun 2001, beliau dianugerahi gelar Doctor of Divinity in Theology oleh Church of God Theological Seminar – Cleveland, Tennesse – USA.

Hidup intim dengan Tuhan dan hati yang lembut serta kepekaan mendengarkan suara Roh Kudus, membawa beliau kepada ketaatan akan tuntunan Tuhan. Visi dan misi dari Tuhan beliau terima dengan rendah hati untuk disampaikan kepada seluruh pengerja dan jemaat yang beliau gembalakan. “Pengurapan” yang beliau terima dari Tuhan, senantiasa pula disalurkan kepada seluruh pengerja dan jemaat.

Bagi gereja-gereja lain, sampai hari ini Pdt DR Ir Niko Njotorahardjo tidak pernah tertutup dan berhenti memberkati serta membagikan “api” kegerakan Allah yang telah diterima beliau, sehingga menyebabkan Tuhan mempercayakan pelayananNya yang lebih luas. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan!


Profile of The Pastor of GBI Jl Gatot Subroto – Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo

DR. Niko Njotorahardjo, BSc. (Agr.) was born in Bondowoso, East Java, Indonesia on 20 February 1949 and finished his secular education in Agricultural Sciences in 1976.  God called and ordained him to do the Restoration of Praise and Worship in 1985.

As the first person used by God full-time in the area of Praise and Worship in Indonesia in the 1980s, DR. Niko’s albums in the early 1990s became a phenomena.  The theme of Restoration of the Tabernacle of David has changed and restored many churches.  He wrote songs about Love, Intimacy, Hope and Power in the Presence of God through Praise and Worship.

On 4 September 1988 the Lord placed DR. Niko to serve as a Pastor in Indonesia Bethel Church, located in Multipurpose Building, Wisma Karsa Pemuda, Senayan, Jakarta.  The congregation at the time was about 400 people.

Since then, God has blessed him to pastor the church without limit according to the vision He gave him in Isaiah 54:2-3.  Until now, there are about 800 branches across Indonesia, Singapore, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, China, Netherland, Germany, Australia, Canada, Thailand and the US.  The number of congregation God entrusts this church reaches about 200 thousand adults and children under the pastoral care of regional pastors and pastoral teams across the nation and overseas.

In pasturing, guiding and leading the church, DR. Niko is assisted by 4 (four) Deputy Pastors: Pastor Dr. Danny Tumiwa, LLB; Pastor Paul R. Widjaja; Pastor Djohan Handojo, BSc.; Pastor Arwijanto Tjokro, BSc.  Each supports DR. Niko in the Five Fold Ministry as well as 8 (eight) Ministry Divisions which are broken down into 16 (sixteen) Sub Ministry Divisions.

His significant role in the body of Christ in Indonesia and other nations ushers him into the area of Holistic Ministry as well as a Transformation Figure through Pray, Praise and Worship.  In 2001 he was granted a Doctorate of Divinity in Theology from the Church of God Theological Seminary, Cleveland, Tennessee, USA.

Living in intimacy with God and having a gentle and sensitive heart to hear the voice of the Holy Spirit makes him obedient to follow the Lord’s direction.  He accepts God’s vision and mission with a humble heart and delivers the message to all the workers and congregation that he pastors.  He always transfers the “anointing” he receives from the Lord to the workers and congregation.

To other churches, until this day, DR. Niko Njotorahardjo, BSc. (Agr.) never reserves and stops blessing and radiating the revival “fire” of God that he receives.  This causes God to entrust His ministry in DR. Niko even wider.  All glory be unto God!


Visi & Misi Gereja Bethel Indonesia Jl. Gatot Subroto

1988
Tanggal 4 September kebaktian perdana GBI Jl. Gatot Subroto (dahulu bernama GBI. Bethany) diadakan.

1989-1993
Wadah-wadah mulai dibuka. Gereja bergerak kuat dalam urapan pujian & penyembahan.Sampai pertengahan tahun 1993 terdapat 16 gereja yang berdiri. Tahun-tahun perintisan. Tuhan menghendaki pendirian gereja yang berpolakan: adakan beberapa kali kebaktian Praise & Worship, setelah ada peneguhan lebih lanjut, dirikan gereja di tempat/kota itu.

1993
Tuhan memberikan visi di dalam Yesaya 54:2-3, “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota sunyi.”

1994
Tahun 1994 adalah tahun penggenapan visi yang Tuhan beri di tahun 1993 dalam Yesaya 54: 2-3 menjadi tema utama. Tahun ini merupakan tahun persiapan:

  • Mempersiapkan Pasukan Doa Syafaat
  • Memulai doa puasa setiap hari Sabtu (dimulai pada tgl. 5 Maret)
  • Mempersiapkan Family Altar (kelompok sel)

Pada tahun ini Pasukan Doa mulai dibentuk.

1995
Tuhan memberikan visi di dalam Yesaya 56:7, “Mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”

1996
Visi Rumah Doa menjadi tema utama. Tuhan menghendaki umat-Nya untuk menjadi rumah doa. Kotbah-kotbah dan seminar-seminar doa diadakan.

1997
Tahun 1997 adalah tahun misi dan penginjilan. Prof. Peter Wagner seorang pakar mengenai pertumbuhan gereja menyimpulkan dalam sebuah bukunya bahwa pertumbuhan gereja yang paling efektif adalah dengan membuka gereja-gereja baru. (Gereja-gereja baru ini merupakan “rumah-rumah doa” / pangkalan doa). Kejadian Mei 1997 yang mengguncangkan kota Jakarta menjadikan umat semakin menjadi rumah doa.Pertengahan tahun kami mulai membentuk kubu-kubu doa. Kubu-kubu doa dibentuk di kelompok-kelompok sel (FA) untuk pertahanan wilayah RT / RW / Kelurahan setempat, untuk menduduki dan memenangkan wilayah tsb bagi Kristus dan menjadikan jemaat Rumah Doa. Kubu Doa bersifat ringkas dan fleksibel. Dari satu kelompok sel (FA) dapat dibentuk 2 atau 3 kubu doa.

1998
Menuai dalam kasih.
Tuhan memberikan tujuh strategi penuaian:

  • Unity
  • Memperhatikan yang kekurangan
  • Mendoakan bangsa-bangsa
  • Jangan takut
  • Pergi, injak, kumpulkan orang dan ajak berdoa
  • Banyak berdiam diri dan berdoa
  • Menjadi murid Kristus
  • Doa menjadi awal dan prioritas untuk penuaian.

Tahun 1998 Menara Doa (Watch Tower) mulai dirintis pendiriannya. Konvokasi doa di Jerusalem th. 1998 yang dihadiri oleh bangsa-bangsa memberikan kesimpulan bahwa tanpa Menara Doa (Rumah Doa 24 jam) tidak akan terjadi penuaian. September 1998 kami memulainya dengan satu Menara Doa 24 jam yang bertempat di gedung BHS, lantai 25, Gajah Mada – Kota.

1999
Tuntunan Tuhan adalah:

  • Persiapkan bahtera kehidupan
  • Menara Doa (tempat tinggi, intim 24 jam, unity)

Memasuki tahun ini diawali dengan doa puasa 40 hari. Tuhan menghendaki untuk masuk perhentian / berdiam diri dan memikirkan perkara yang di atas bukan yang di bumi.
Ada 3 hal yang harus diperhatikan pada tahun ini :

  • Penuaian jiwa besar-besaran
  • Goncangan yang besar
  • Hidup berjaga-jaga

Sasaran penuaian: Bani Kedar dan Nebayot (Yes 21: 13-16).
Pola penuaian di akhir jaman:

  • Kemuliaan Tuhan memenuhi gereja-Nya (Ef 5:18-21, Yoh 17:21)
  • Pray, Praise & Worship
  • Bangkit dan menjadi terang (Yes 60:1)
  • Miliki pikiran dan perasaan Kristus (Flp 2:5)
  • Tuhan akan turun di hadapan seluruh bangsa agar mereka memiliki rasa takut akan Tuhan

Pesan Konvokasi Jerusalem 2001: Deeper Intimacy (intim lebih lagi dengan Tuhan).

2000
Visi tahun ini adalah “Tahun pelipatgandaan, Tahun Mukjizat, Tahun tidak ada yang mustahil bagi orang percaya”, bagi kita yang sudah melakukan apa yang terbaik, yaitu duduk di kaki Yesus seperti Maria untuk mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan. Duduk diam di kaki Yesus artinya menanti-nantikan Tuhan. Di dalam Yesaya 40:31, “…orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali…”.

2001
Pesiapan umat yang layak, hidup intim dengan Tuhan menjadi hal yang utama, di dalam Wahyu 2:1-5, Tuhan kembali mengingatkan kita kepada kasih mula-mula agar kita dapat mengalami hujan awal dan hujan akhir, yaitu mereka yang begitu haus dan lapar akan kebenaran, yang selalu memburu hadirat Tuhan, memburu firman Tuhan dan meresponinya.Kita juga memperoleh janji Tuhan yang ada di dalam 1 Korintus 2:9, “…Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia”

2002
Penuaian Jiwa Beribu-ribu Laksa, tiga senjata Allah yang harus kita pergunakan untuk memasuki penuaian jiwa beribu-ribu laksa, seperti dalam Wahyu 5:8-12, yaitu terdiri dari tersungkur menyembah Tuhan Yesus; Doa, Pujian dan Penyembahan; Menyanyikan nyanyian baru, seperti dalam Mazmur 40:4.

2003
Tahun 2003 adalah tahun pencanangan Transformasi bagi bangsa Indonesia dan tahun lawatan Tuhan. Seperti dalam Yoel 2:23, “Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim denagn adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.”Tuhan sudah berbicara dan berjanji terjadi Transformasi untuk Indonesia, dan dalam Ulangan 11:13-14, “Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu.” Kita akan membangun Rumah Doa bagi segala bangsa di Bukit Sentul, yang akan memberi dampak kepada TRANSFORMASI INDONESIA.

2004
Visi Tuhan tahun 2004, Prepare The Way For The King Of Glory. Untuk mempersiapkan kedatangan Raja Kemuliaan kita harus semakin sungguh-sungguh dengan Tuhan, sesuai dengan pesan Tuhan dalam 2 Petrus 3:11-12, “…betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah…”

2005
Visi tahun 2005 adalah Tahun Kebangkitan Gereja.

2006
Visi tahun 2006 adalah Tahun Kesaksian Gereja, Penginjilan, Mujizat, Kemenangan, Peperangan Rohani.

2007
Visi tahun 2007 adalah Tahun Peperangan Rohani, Kesembuhan, Mujizat, Pertobatan.

2008
Visi tahun 2008 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan

2009
Visi tahun 2009 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan yang Kreatif

2010
Visi tahun 2010 adalah Tahun Pemulihan dan Kelimpahan

2011
Visi tahun 2011 adalah Tahun Multiplikasi dan Promosi

Comments are closed.